Postingan

Move On Dari Kain Panjang

Pada awalnya bukan karena aku suka sama dia atau dia suka samaku makanya kami dekat. Bukan juga karena cinta yang mempertemukan dua hati kami yang berbeda seperti kata lagu D'masiv. Di kemudian hari aku menyadari bahwa memang Tuhan sengaja mempertemukan kami. Tuhan mempertemukan kami untuk kebaikanku. Sebut saja namanya Angel. Angel yang artinya adalah malaikat. Kala itu dia seperti malaikat bagiku. Dia hadir disaat aku sedang mengalami keterpurukan. Kuliahku sedang hancur dan berantakan. Percaya diriku hilang. Aku kehilangan kepercayaan dari keluargaku. Meminjam kata orang, keterpurukanku saat itu adalah titik terendah dihidupku. Dan itu menjadi titik balik kehidupanku hingga saat ini. Itulah mengapa di banyak tulisanku, aku sering menceritakan momen itu. Dan itulah alasannya mengapa aku tak bisa melupakan orang-orang yang berjasa bagiku selama aku mengarungi masa suram itu. Angel benar-benar ada di setiap aku membutuhkan dia. Dia cepat sekali akrab denganku. Dia akan menjumpaik...

6 Hal Tentang Belalang

Gambar
Tulisan ini adalah catatanku yang aku dengar dari khotbah di gereja pada hari minggu tanggal 12 Februari 2023. Nats khotbah : Yoel 1:1-6 (diharapkan dibaca terlebih dahulu) Pengantar : Garis besar nats khotbahnya menceritakan tulah belalang yang dialami umat Tuhan saat itu. Menurut KBBI, tulah artinya kemalangan atau kutuk karena perbuatan jahat. Tulah diizinkan Tuhan dialami umat-Nya bukan untuk memusnahkan si pendosa. Tetapi tulah didatangkan untuk membersihkan kejahatan. Ingat, tulah datang karena perbuatan jahat. Kita masuk ke belalang Belalang Ada apa dengan belalang, mengapa Tuhan memakai belalang? Ternyata cukup banyak Alkitab bercerita tentang belalang. Ada 6 ayat yang menggambarkan seperti apa belalang itu dan ada makna yang bisa kita pelajari dari keenam ayat tersebut. 1. Belalang Tidak Punya Raja Baca Amsal 30:27 Belalang tidak punya raja tetapi kalau berbaris sangat teratur. Umat Tuhan mesti memiliki sifat teratur, apalagi kita punya raja yaitu Allah. 2. Belala...

Untuk Seorang Ibu

Nb: Ibu yang aku maksud di tulisan ini aku sebut inang . Inang adalah bahasa batak dari ibu. Hanya permintaan kecil yang inang pinta padaku. Lewat telfon inang pinta kala aku telfonan dengan putri inang yang adalah temanku. Dengan senang hati aku mengabulkannya. Nenas yang inang pinta aku bawa dan kuberikan kepada inang kala kita bertemu untuk pertama kalinya. Dari pancaran wajah inang yang sederhana itu, terlihat jelas bahwa inang tidak percaya kalau aku serius membawa yang inang pinta. Inang lalu mengucapkan terimakasih kepadaku dengan diselimuti rasa haru. Ah, di kemudian hari inang memuji ibuku karena perbuatan baikku itu. Namun inang tidak tahu, putri inang yang adalah temanku juga tidak tahu. Bahwa saat kita berpisah aku ingin memeluk inang. Aku ingin berseru kepada inang: "Inang, bolehkah aku memeluk inang?" Tak banyak yang sempat kita bicarakan. Tak banyak waktu yang sempat kita habiskan. Namun aku kagum akan sosok inang yang sederhana itu. Namun aku...

2022

Gambar
Beberapa hari lagi tahun 2022 akan berakhir. Secara pribadi aku sangat puas dan bahagia bisa berada di menjelang ujung tahun ini. Lewat tulisan ini, aku ingin menceritakan 4 kejadian yang berkesan bagiku dalam tahun 2022 ini dan menceritakan seperti apa kesanku terhadap 6 orang teman, dimana 5 orang diantaranya adalah orang yang baru aku kenal di tahun ini dan 1 orang adalah teman lama serasa baru. Seperti apa ceritanya? Empat Kejadian Yang Berkesan 1. Ulang Tahun Ayah Sejak bulan 7 aku menggumulkan pulang kampung untuk merayakan Ultah bapake, sebab sudah 11 tahun lamanya aku tidak pernah bisa ikut merayakan Ultah bapake. Puji Tuhan, sudah terwujud. Ultah bapake sendiri pada 19 September. 2. Saat Teduh Terbaik * Dalam perjalanan Padang-Pekanbaru naik sepeda motor pada bulan Juni Pagi itu judul saat teduhku adalah Berhenti Sejenak. Di sebuah simpang aku berhenti sejenak hendak menanyakan jalan kepada seorang bapak-bapak yang sedang memilah sampah di tempat pembuangan sampah....

BIRU ATAU KUNING?

Mungkin ini dampak dari aku sejak kecil tidak suka menggambar (melukis) sehingga sampai sekarang aku tidak bisa menentukan warna apa yang aku suka. Sepanjang perjalanan hidupku, aku telah banyak melihat lukisan. Menurutku lukisan yang menarik itu adalah lukisan yang terdiri lebih dari satu warna. Meski sudah banyak lukisan yang tlah aku lihat, namun tak juga aku menemukan warna yang aku suka. Jarang memang aku menilai lukisan yang aku lihat. Hingga pada akhirnya aku melihat sebuah lukisan yang menurutku lukisannya dipaksakan menjadi lukisan. Warna-warna yang dipadukan sangat tidak cocok. Gambarnya berantakan. Mataku benar-benar dibuat terbuka oleh lukisan itu sehingga aku berani mengatakan bahwa lukisan tersebut tidak indah. Gara-gara lukisan yang tidak indah itu, aku jadi semakin ingin memiliki satu warna yang aku suka. Hari demi hari aku lalui, aku semakin serius mengamati lukisan-lukisan yang aku temui. Tidak lagi hanya sekedar melihat lukisannya. Aku jadi mau memberi penilaian. Tak...

Part-2. Orang-Orang Baik

Aku dan si Bapak Tua Pengumuman itu sampai ke telingaku. Dalam rangka merayakan hari jadi Kota Pekanbaru yang kesekian kalinya, Pekanbaru mengadakan lomba lari maraton dengan hadiah puluhan juta. Aku bersemangat mau mendaftarkan diri menjadi peserta lomba lari maraton tersebut. Sebelumnya, sewaktu aku masih SMA, aku pernah ikut lomba lari 10 Km di tingkat kecamatan juga di tingkat kabupaten. Prestasi tertinggi yang aku raih ialah juara 4 di tingkat kecamatan dan masuk 10 besar di tingkat kabupaten. Modal itu menjadi bekalku untuk ikut menjadi peserta lomba lari hari jadi Pekanbaru. Aku cari tahu informasinya, kapan lombanya diadakan, dimana pendaftarannya dan apa syarat jadi peserta lomba. Namun tak ada satu orang pun yang bisa memberi informasi yang pasti kepadaku. Tahun itu belum semaju tahun sekarang. Informasi masih terbatas. Jika kalian sudah membaca tulisanku sebelumnya yaitu berjudul part -1. Orang-Orang Baik, disana ada aku ceritakan bahwa aku mengalami dua kali masa kelam sewa...

Part-1. Orang-Orang Baik

Baru saja aku tiba di Bandara Soekarno-Hatta, aku mendapat pesan whatsapp yang panjang dari kakakku. Pesannya berisi curahan hatinya. Dia sedang menangis, kecewa, merasa bersalah, karena aku pergi meninggalkan dia. Sampai-sampai dia bertanya, apa sakit hatiku yang dia perbuat sehingga aku pergi? Apa yang kurang dari yang dia usahakan untuk menyenangkanku? Aku cemas, sedih, mau marah pada diri sendiri, setelah membaca pesan kakakku. Ingin membatalkan niat untuk pergi tapi di dalam hatiku lebih besar keinginan untuk pergi daripada batal pergi. Aku balas dengan mengirim pesan ucapan trimakasih atas kasih sayangnya padaku dan memohon doanya, supaya aku berhasil atau sukses di tempat tujuanku. Nb : Bagi siapapun yang membaca cerita ini, tolong jangan terbawa perasaan yang berlebih atau salah memahami. Apalagi di dalam cerita ini ada kisah -aku pernah suka seseorang- di masa lalu. Aku dengan yang bersangkutan sudah pernah membicarakan ini. Bahwasanya, dia mengizinkan kalau aku buat tulisan...